fbpx

Garut Selatan, Potret Eksotisme Pariwisata Garut

Dari puluhan Curug-curug yang elok, Cagar Alam Hutan Sancang yang liar di timur, hingga kisah Perahu Kertas-nya Dewi Lestari di pantai romantis Rancabuaya di barat, terhampar deretan Pesisir Selatan Tanah Pangirutan. Beberapa ditandai dengan debur keras ombaknya menghantam karang, beberapa lagi ditandai dengan luas pasir putihnya yang menggoda.

Ketika mendengar maupun membaca tentang Garut, sering kita menemukan tentang Garut selatan masih sangat jarang diketahui. Terlebih tentang sosial, budaya, hingga pariwisata nya. Sering sekali seluk-beluk tentang Garut hanya seputar di pusat kota atau di sekitar Garut bagian utara saja. Namun untuk Garut bagian selatan masih sangat banyak hal yang bisa kita jelajahi.

Karena sebenarnya di Garut Selatan, Potret Eksotisme Pariwisata Garut masih tersembunyi dan harus menjadi semangat dan tantangan oleh pemerintah dan masyarakat serta pihak terkait untuk sama-sama membangun Garut secara keseluruhan lebih baik lagi.

Perkembangan sendi-sendi kehidupan kabupaten Garut masih menunjukan geliat pertumbuhan nya. Adapun persebaran informasi masih saja terus membanjiri khalayak ramai di seputaran kota Garut. Terkadang beberapa masyarakat ada yang mengungkapkan bahwa di Garut selatan juga tidak kalah dengan Garut yang berada di utara (yang notabene lebih aktif dan ramai).

Namun, tetap saja masih bisa dikatakan minimnya informasi tentang Garut selatan ditemukan. Walaupun minim informasi kami tetap berusaha untuk memberikan informasi yang berimbang di Garut. Dukungan itu juga disemarakan oleh komunitas-komunitas masyarakat yang hingga kini masih terus menyuarakan informasi-informasi tentang Garut di bagian selatan.

 

Seputar Garut Selatan

Puncak Guha

Sempat ada usaha pemekaran untuk wilayah Garut bagian selatan ini, namun hingga sekarang usaha tersebut belum tuntas, sehingga wilayah Garut Selatan secara administratif masih merupakan bagian dari Kabupaten Garut. Apabila usaha ini berhasil, maka ada sekitar 16 kecamatan yang masuk Kabupaten Garut Selatan dan berpisah dari Kabupaten Garut.

Garut Selatan memang memiliki keunikan tersendiri. Dari mulai komoditi batu akiknya yang fenomenal, hingga untaian pesisirnya yang luar biasa eksotis. Kulinernya pun tidak kalah unik. Ada Opak Bungbulang yang renyah, Bumbu Seafood Sayang Heulang, ayam goreng batu numpang, dan banyak lagi. Keindahan dan keasrian alamnya juga masih terjaga karena memang belum banyak manusia yang menjamah.

Nah, salah satu anugerah alam terbesar yang dimiliki masyarakat Garut Selatan adalah batas selatannya yang langsung menghadap ke Samudera Indonesia. Garut Selatan adalah garis pantai terpanjang di Jawa Barat, sehingga santer terdengar kabar akan dibangun Pelabuhan di sini.

 

Senja di Pantai Rancabuaya

Terdapat tujuh kecamatan yang memiliki potensi kawasan wisata bahari yang memanjang dari barat ke timur berturut-turut Caringin, Bungbulang, Mekarmukti, Pakenjeng, Cikelet, Pameungpeuk dan Cibalong. Mungkin karena ini pula pencaharian masyarakat Garut Selatan mayoritas adalah nelayan. Anda bakal menemukan banyak perahu-perahu nelayan terparkir rapi di Pantai Santolo atau Pantai Rancabuaya.

Memang benar bahwa di Garut Selatan, Potret Eksotisme Pariwisata Garut yang salah satunya tercermin dari besarnya potensi perikanan di Garut. Tetapi sebenarnya, potensi yang bisa lebih jauh digali adalah potensi wisata bahari. Pantai-pantai Garut Selatan ini tidak hanya indah, tapi juga unik. Bongkahan karang Pantai Karang Paranje atau pemandangan Samudera Indonesia dari Puncak Guha tidak ada duanya di sepanjang Pesisir Selatan ini.

Jalur lintas selatan untuk menjelajahi pantai-pantai ini sudah bagus, hanya saja untuk jalan-jalan pelosok Garut Selatan masih berupa jalan pedesaan yang berbatu. Mungkin karena itu pula pembangunan Garut Selatan masih terbilang lambat. Dengan menggeliatnya pariwisata Garut Selatan, diharapkan akses ke daerah-daerah terpencil pun mulai terbuka.

 

Akses dan Fasilitas

Jalur Lintas Selatan yang telah mulus, di jalur menuju Rancabuaya via Garut-Pameungpeuk

Lewat Jalur Lintas Selatan, wisatawan bisa menyusuri setiap jengkal Pesisir Selatan Garut. Jalur Lintas Selatan, yang kini jalannya sudah sangat bagus, belum memiliki moda transportasi umum yang resmi. Banyak ojek yang bisa disewa, namun jika menginginkan ketenangan dalam menyusuri Jalur Lintas Selatan, disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk mencapai Jalur Lintas Selatan, wisatawan bisa menggunakan 3 rute. Rute pertama adalah Rute Cikajang-Pameungpeuk. Dari Garut anda terus ke Cisurupan melewati indahnya pemandangan Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray di kiri dan kanan jalan. Di Pertigaan Cikajang, ambil jalan kiri menuju Pameungpeuk. Anda akan melewati pemandangan perkebunan teh yang luar biasa indah, serta Batu Numpang dan Curug Neglasari sebelum mencapai Pameungpeuk. Kondisi jalan sudah cukup baik, walaupun agak sempit dan berliku.

Baca Juga: 10 Curug Terindah di Garut Jawa Barat

Rute kedua adalah melalui Rute Kecamatan Bungbulang. Hampir sama dengan rute pertama, hanya saja di Pertigaan Cikajang, ambil jalan kanan, lalu ikuti jalan. Anda akan melewati Curug Orok sebelum sampai ke Bungbulang. Jalan yang dilewati cukup memutar jauh dan melewati daerah jarang penduduk, serta kondisi jalan cukup buruk setelah Bungbulang. Namun, tentu saja pemandangan jalur ini sangat spektakuler dan alami. Cocok jika anda berwisata bersama kelompok motor trail kesayangan Anda. Ketika tembus hingga Jalur Lintas Selatan melalui jalur ini, pantai terdekat adalah Pantai Cicalobak dan Puncak Guha.

Rute ketiga adalah dari Kabupaten Bandung, melalui jalan terusan dari Ciwidey-Pangalengan. Rute ini tidak kami rekomendasikan, karena jarak yang cukup jauh dan melewati kawasan pegunungan jarang penduduk. Kecuali jika anda memang berangkat dari Ciwidey atau Kabupaten Bandung. Pantai pertama yang akan ditemui jika mengambil rute ini adalah Pantai Rancabuaya dan Pantai Cidora.

SPBU resmi hanya terletak di Kecamatan Pameungpeuk, jadi bahan bakar pastikan kendaraan Anda cukup untuk menjelajahi Jalur Lintas Selatan. Walaupun demikian, tempat pengisian bensin yang tidak resmi masih banyak terletak di sepanjang Jalur Lintas Selatan. Selain SPBU, masih banyak fasilitas umum yang hanya bisa di akses di Kecamatan Pameungpeuk saja, seperti mesin-mesin ATM.

Di sepanjang Jalur Lintas Selatan inilah tersebar untaian pantai-pantai indah Pesisir Selatan Garut. Kebanyakan pesisir ini belum dikelola secara profesional. Belum banyak terlihat fasilitas-fasilitas umum. Bahkan pos jaga pun seringkali kosong di hari kerja yang relatif sepi. Harga tiket masuk dan harga penginapan pun masih fluktuatif, melihat banyak atau sedikitnya wisatawan.

Jalur Lintas Selatan ini memanjang ke timur hingga ke Cipatujah Tasikmalaya lalu ke Pangandaran, dan ke barat hingga ke Cidaun Cianjur bahkan menembus ke Palabuhan Ratu Sukabumi. Perlu banyak waktu untuk menjelajahi Pesisir Selatan Garut. Menjelajahi Garut Selatan, Potret Eksotisme Pariwisata Garut yang masih menunggu untuk dijelajahi lebih dalam oleh Travelmate.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This