fbpx

Seni Bangklung: Kesenian Bernafaskan Islam dari Kaki Gunung Papandayan

Tak hanya keeksotisan alam yang dimiliki oleh Gunung Papandayan, masyarakat sekitar kaki Gunung Papandayan pun memeliki kesenian tradisional yang unik.

Dulunya, ada dua tokoh masyarakat bernama Eyang Jangkung dan Pak Nurhiam yang berasal dari Desa Sukapura dimana didaerah tersebut memiliki sebuah kesenian bernama Yami Rudat, yaitu semacam tagoni yang isinya lagu lagu shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari Kitab Barzanzi.

Yami Rudat ditampilkan dengan tari-tarian rakyat yang bersumber dari Pencak Silat. Ada seorang tokoh yang sangat disegani pada waktu itu bernama Mad Amsir. Beliau mengembangkan alat musik (Waditra) yang sangat mirip dengan alat musik Rebana, yaitu Terebang. Seiring berkembangnya kesenian Yami Rudat, pada waktu itu sedang berkembang pula kesenian Angklung badud dengan tokohnya Aki Madsurpi dan Aki Muntasik. Alat musiknya berupa Angklung yang terdiri dari 9 buah Angklung yang dimainkan oleh 5 orang.

View post on imgur.com

Pada era tahun 1900, kedua kesenian ini, yaitu Terebangan dan Angklung dipadupadankan dalam acara upacara sehabis panen padi, khitanan, mengarak penganten, dan pesta lainnya. Tak disangka, cikal bakal Seni Bangklung: Kesenian Bernafaskan Islam dari Kaki Gunung Papandayan ini mendapatkan sambutan baik dari penonton.

Tanggal 12 Desember 1968, terjadilah kesepakatan dari para pendukung kesenian ini dan pada akhirnya dinamakanlah Bangklung, yaitu Terebangan dan Angklung. Dalam perkembangannya, kesenian ini beregenerasi turun temurun, memakai seragam yang sama, dan beragam lagu-lagu yang dinyanyikan.  Lagu-lagu yang sering dinyanyikan antara lain Anjrong, Kacang Buncis, Ya Maola, dan Soleang. Jumlah pemain Bangklung seluruhnya 27 orang, yang masing-masing membawa alat Terebang, Angklung, terompet, keprak, seorang pelawak dan Beluk ( vocal).

View post on imgur.com

Begitulah Seni Bangklung: Kesenian Bernafaskan Islam dari Kaki Gunung Papandayan salah satu kesenian yang ada di Garut. Bagaimana Travelmate bisa menyaksikan seni Bangklung ini di Garut?. Biasanya seni Bangklung dapat dijumpai pada event di Garut seperti hari jadi Kabupaten Garut maupun event di Garut lainnya. Bagi Travelmate yang penasaran dengan seni Bangklung sesuaikan ya jadwalnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This