Kemeriahan Event Festival Cipasarangan 7: dari Ngubek Leuwi hingga Pesta Rakyat

Warga Garut Selatan kemarin (28/6) dimeriahkan oleh acara festival tahunan yang seru, Festival Cipasarangan 7, menandai tahun ketujuh diselenggarakannya acara ini. Festival yang diselenggarakan seharian penuh ini sukses melaksanakan berbagai rangkaian acara yang seru, mulai dari Ngubek Leuwi, pertunjukan kesenian lokal, hingga pesta rakyat. Dimulai dari pagi hari, acara ini selesai hingga tengah malam lho.

Acara festival yang diselenggarakan di Cikelet ini dimeriahkan juga oleh para wisatawan yang sedang berlibur ke Garut Selatan. Nah, buat yang kemarin ga sempet ikutan, nih ada review keseruan acara Festival Cipasarangan 7 kemarin di Cikelet.

Ngubek Leuwi di Festival Cipasarangan 7

Acara yang paling ditunggu-tunggu di Festival Cipasarangan 7 adalah Ngubek Leuwi. Di acara ini, semua yang hadir, baik warga lokal maupun para wisatawan dan tamu undangan, turun ke sungai dan menangkap ikan secara masal di aliran Sungai Cipasarangan.

Acara dibuka oleh Bapak Camat dari Kecamatan Cikelet, serta dilanjutkan dengan prosesi kawin cai. Air dari mata air dari berbagai hulu sungai ditumpahkan di Sungai Cipasarangan. Selanjutnya, sekitar 6 kuintal ikan mas dan lele dilepaskan di Sungai Cipasarangan yang dibendung dahulu.

View post on imgur.com

Masyarakat kemudian berbaur dalam kegembiraan, mencoba menangkap ikan-ikan tersebut bersama. Ada yang membawa jaring ikan hingga ayakan, namun sebagian besar menggunakan tangan kosong. Baik tua maupun muda ikut mencoba menangkap ikan dengan cekatan.  Jembatan rawayan sesak dipenuhi oleh warga yang antusias menyaksikan Festival  Ngubek Leuwi Cipasarangan. Iringan musik karawitan menambah keseruan acara Ngubek Leuwi ini ditambah dengan pentas tari jaipong dan pencak silat.

Dari penuturan Kang Iip Sarip, selaku Direktur dan Tim Kreatif penyelenggara acara, ada sejarah dan pesan filosofis yang mendalam dari festival ini. Sejarah festival ini bermula dari peristiwa banjir bandang yang menerjang Cikelet pada tahun 2009, akibat pembalakan liar yang terjadi besar-besaran di Cikelet. Pada waktu itu, kayu-kayu hasil pembalakan liar terbawa derasnya arus sungai dan menerjang Cikelet.

Tua Muda ikut partisipasi di Ngubek Leuwi, Festival Cipasarangan 7

Tua Muda ikut partisipasi di Ngubek Leuwi, Festival Cipasarangan 7

Festival Cipasarangan ini sejatinya ingin mengajak masyarakat untuk lebih menghormati alam, dengan membawa mereka terjun langsung ke sungai. Diharapkan dengan adanya acara Ngubek Leuwi ini, masyarakat lebih peduli terhadap kondisi sungai disekitarnya. Kang Iip sendiri selanjutnya juga akan mulai mengajak masyarakat untuk melakukan penghijauan di sekitar daerah aliran sungai, untuk mencegah bencana serupa terulang lagi, serta supaya alam bisa kembali pulih dan menjadi penopang kehidupan warga sekitar.

 

Helaran Kebudayaan Tradisional

Festival Cipasarangan tahun ini adalah yang ke 7, sejak pertama kali diadakan tahun 2010. Kini, festival ini juga dimeriahkan oleh kesenian-kesenian lokal Cikelet dan Garut Selatan. Beberapa kesenian dipentaskan seperti seni tari jaipongan, pencak silat dari Gunung Geder, hingga seni Gesrek.

View post on imgur.com

Acara pentas kesenian ini dilanjutkan hingga malam hari, tepatnya di Alun-alun Cikelet. Acara utama sesi malam ini adalah Guar Silsilah Urang Cikelet. Pada sesi ini, para sesepuh Cikelet serta Kampung Dukuh mengupas secara garis besar silsilah keturunan orang Cikelet. Hal ini dimaksudkan agar tidak salah pemanggilan dalam keluarga besar, serta kembali mendekatkan hubungan kekerabatan.

View post on imgur.com

Beberapa kesenian lokal juga ditampilkan di acara malam, seperti angklung dan Mimit Arista Percussion. Selain itu, ada juga penampilan Tari Saman. Berbagai pertunjukan ini juga bisa menyedot perhatian wisatawan; dan event tahun 2017 ini memang telah dihadiri oleh banyak wisatawan yang sedang berliburan di daerah Pantai Garut Selatan.

Serunya acara ini diharapkan bisa memperpanjang silaturahmi dan dari tahun ke tahun lebih ramai.

Pesta Rakyat

Selain keseruan Ngubeuk Leuwi, panitia juga mengadakan beberapa perlombaan panjat pinang (orang lokal menyebutnya awi nangtung yang berarti bambu berdiri) dimana peserta terdiri dari 5 orang dan diberi waktu 5 menit untuk mengambil hadianya. Ada pula permainan awi nyosod, dimana peserta harus melewati  bambu yang melintang tanpa terjatuh ke dalam sungai. Permainan-permainan seru ini diikuti warga dengan sangat antusias.

View post on imgur.com

Kegiatan Pesta Rakyat ini juga diharapkan bisa menambah indeks kebahagiaan warga Cikelet, serta menarik minat wisatawan untuk melihat dan bahkan berpartisipasi dalam permainan-permainan tradisional. Hal ini juga merupakan usaha yang sangat baik untuk kembali melestarikan permainan-permainan tradisional yang kini mulai punah digerus modernisasi. Padahal permainan tradisional adalah bagian dari kekayaan produk budaya Nusantara.

***

Sampai jumpa di Festival Cipasarangan tahun depan! Jangan lupa untuk mengagendakan libur lebaran tahun depan untuk ikutan festival yang seru ini!

Dokumentasi Tim Jelajah Garut. 2017.

Follow juga akun-akun Jelajah Garut di media sosial untuk informasi terkini seputar pariwisata Garut, merchandise khas Garut, atau penyewaan alat outdoor terlengkap di Garut!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This