fbpx

Curug Citiis : Oase di Tengah Padang Pasir

Curug Citiis di Lereng Gunung Guntur

Curug Citiis di Lereng Gunung Guntur

Yang sudah pernah mendaki Gunung Guntur hampir bisa dipastikan pernah mengunjungi Curug Citiis. Pendaki Gunung Guntur juga bakal mengerti kenapa Curug Citiis ini, secara harfiah, memang oase di tengah padang pasir.

Itu karena untuk mencapai Curug Citiis, Travelmate harus melewati sebuah kompleks tambang pasir super besar, dan setelah curug, yang ada juga hanya tanjakan pasir yang kering kerontang. Praktis hanya dari oase Citiis inilah para pendaki bisa mengisi kantong-kantong air mereka. Jadi kalau mandi disini, diharapkan jangan pakai sesuatu yang bisa mencemari airnya ya.

Citiis, yang secara harfiah berarti air dingin, memang terasa sangat dingin, mengingat teriknya matahari yang biasa membakar tambang pasir Gunung Guntur tanpa ada sedikitpun teduhan. Namun demikian, di kawasan Curug, pepohonan masih banyak berdiri, sehingga kawasan curug ini menjadi sangat teduh dan nyaman untuk beristirahat, terutama untuk para pendaki.

Walaupun Curug Citiis sangat erat kaitannya dengan pendakian Gunung Guntur, tapi banyak juga orang yang datang khusus untuk mengunjungi curug ini, sekedar untuk mandi, berelaksasi, dan menyantap makanan ditengah suasana alam. Airnya sangat dingin, tapi setelah perjalanan yang seringkali harus mengeluarkan keringat, Curug ini jadi sangat menyegarkan.

Nah, Curug Citiis terdiri dari beberapa tingkatan curug. Curug pertama yang dilengkapi dengan sebuah shelter, seringkali disinggahi para pendaki. Curug kedua, yang lebih tinggi, terletak di atas curug pertama. Jarang pendaki yang masuk ke curug kedua ini, karena jalannya agak tersembunyi dan sedikit curam.

Para pendaki Gunung Guntur akan memanjati batu-batu yang cukup curam di sebelah kiri curug. Jalan ini juga yang harus ditempuh untuk melihat setiap curug tadi. Travelmate bisa terus naik hingga ke pos perkemahan. Dari sana travelmate bisa mencari aliran air sumber dari Curug Citiis, yang berasal dari mata air Citiis.

Sekitar lima belas tahun yang lalu, Curug Citiis dikelilingi hutan tropis yang sangat lebat. Kini hutan tersebut sudah tiada. Fauna-fauna hutan pun kini dipaksa pergi ke bagian utara Gunung. Kini, di Curug Citiis seringkali ditemui babi hutan mencari-cari sisa-sisa makanan dari sampah-sampah yang ditinggalkan para pendaki. Itu pemandangan yang sangat menyedihkan.

Seperti halnya Gunung Guntur yang belum dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat, begitu pula dengan Curug Citiis. Hampir tidak ada fasilitas pendukung apapun yang bisa ditemui di curug ini. Akses jalan menuju Curug pun hanya dapat dicapai dengan memasuki kompleks tambang pasir, dengan kondisi jalan yang buruk.

Oleh karena itu, jika ingin mengunjungi Curug Citiis, kendaraannya mending dititip di rumah warga di desa terakhir. Lalu mulai trekking dengan melintasi tambang pasir. Yah, kami sangat tidak menyarankan untuk ikut nebeng ke truk pengangkut pasir, karena selain potensi kecelakaannya, truk-truk pasir ini juga yang berperan besar dalam hancurnya ekosistem kaki Gunung Guntur dalam beberapa tahun terakhir. Lebih baik travelmate siapkan kondisi fisik dulu, biar ngga terlalu kesulitan buat trekking.

Untuk mencapai curug ini, kalau dari Jakarta atau Bandung, tinggal naik bus jurusan Garut dan berhenti di SPBU tanjung. Kalau dari Terminal Guntur, tinggal naik angkot jurusan Leles yang berwarna hijau muda, lalu turun di SPBU tanjung, dengan ongkos sekitar Rp 4.000,-. Jalan menuju Curug Citiis adalah gapura besar yang terletak tepat di sebelah SPBU.

Nah, buat para pendaki Gunung Guntur, udah semestinya bawa baju ganti, biar bisa mandi di Curug Citiis. Tapi tuk menikmati curug ini, travelmate ngga mesti mendaki juga. Cukup berbekal dengan gaya piknik, plus handuk dan baju ganti. Diingat juga ya, jangan pake sabun dan shampoo, dan jangan nyampah juga.

Nyurug di air dinginnya Curug Citiis itu refreshing banget deh.

***

Dukung terus Jelajah Garut melalui usaha-usaha kecil yang kita jalankan:

Jelajah Garut Merchandise | Jelajah Garut Tour Organizer | Jelajah Garut Outdoor Gear Rental

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This