5 Motif Batik Garutan Terinspirasi Dari Kondisi Masyarakat Garut Jawa Barat

Motif Batik Garutan terinspirasi dari kondisi alam dan lingkungan masyarakat Garut sendiri, dari mulai motif batik Bulu Hayam hingga motif Lereng Kangkung. Namun kini, tantangannya adalah re-generasi pengrajin batik itu sendiri. Apakah batik Garut bisa berinovasi agar terus eksis?

Jawa Barat memiliki sentra-sentra batik yang tersebar di Ciamis, Tasikmalaya, Cirebon, Indramayu, dan Garut yang merupakan sentra batik yang telah lama dikenal masyarakat Jawa Barat. Motif Batik Garutan selalu identik dengan motif-motif batik yang berasal dari alam pegunungan, flora dan fauna yang memiliki kaitan erat dengan keseharian masyarakat Garut terutama sebelum masa kemerdekaan.

Walaupun kini usaha pembatikan sedikit demi sedikit sudah menunjukan penurunan produksi, namun pada masanya batik Garutan pernah jaya pada tahun 1967 s.d 1985 (Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut tahun; 2006). Adapun potensi industri Batik Tulis Garutan Pada tahun 2010 tercatat jumlah unit usaha mencapai 8 unit dengan menyerap tenaga kerja formal maupun non-formal sejumlah 50 orang (sumber: Dinas Perindagkop & UKM Kabupaten Garut; 2010).

Dari cara pembuatan batik Garutan  terdapat empat jenis yaitu batik tulis, batik cap, batik kombinasi tulis dan cap, dan batik lukis. Untuk motif batik Garutan terdapat 80-an motif bahkan hingga ratusan dan memiiki ciri khasnya tersendiri dibandingkan dengan daerah penghasil batik lainnya. Sedangkan penggunaannya biasa dipakai untuk kain sinjang dan sandang serta kegunaan lainnya. Kali ini Jelajah Garut akan posting Artikel Tentang 5 Motif Batik Garutan, berikut ulasannya:

  1. Motif Batik Garutan Bulu Hayam (Bulu Ayam)
5 Motif Batik Garutan Bulu Hayam (foto: ardikaryautama.wordpress.com)

5 Motif Batik Garutan Bulu Hayam (foto: ardikaryautama.wordpress.com)

Motif Batik memang terinspirasi dari keadaan sekitar para pengrajinnya. Kondisi alam, flora dan fauna membuat pengrajin membuat kerajinan batik dengan motif Bulu Hayam (Bulu Ayam). Beberapa pengrajin tentunya menambahkan motif geometris diagonal untuk pemanis dan tidak hanya melulu tentang motif bulu hayam saja. Tidak jarang terdapat pemanis motif berupa bunga yang diberikan warna alami cerah dan kalem.

Biasanya para pengrajin hingga pengusaha menawarkan hasil kerajinannya dengan harga Rp.1.500.000,- an. Dengan berbahan kain katun Primisima berukuran 2.7 m x 1.05 m tentunya motif bulu hayam ini cukup untuk dimodifikasi penggunaannya. Adapun lama pengerjaan bisa mencapai 2-3 bulan tergantung tingkat kesulitan dari motif itu sendiri (sumber: Produk Kerajinan Motif Batik Garutan).

 

  1. Motif Batik Garutan Lereng Kangkung
5 Motif Batik Garutan lereng Kangkung (foto: kamerabudaya.com)

5 Motif Batik Garutan lereng Kangkung (foto: kamerabudaya.com)

Dengan warna dasar yang seragam di setiap motif seperti warna biru dan cokelat. Adapun Motif Batik Lereng Kangkung berupa tanaman kangkung yang biasa di jumpai namun dituangkan dalam motif di batik. Terinspirasi dari tanaman kangkung itu sendiri yang tumbuh di lereng-lereng perkebunan kangkung yang ada di Garut.

Untuk pembuatan batik tulis Garut tentu semuanya membutuhkan proses yang cukup memakan waktu namun memiliki nilai yang tinggi karena dibuat oleh pengrajin yang ahli dalam membatik. Dibandingkan dengan batik cap atau batik print tentunya memiliki nilai yang berbeda-beda. Namun tetap memiliki spirit yang sama yaitu untuk terus melestarikan motif batik.

  1. Motif Batik Garutan Merak Ngibing (Burung Merak Menari)
5 Motif Batik Garutan Merak Ngibing (foto: www.batikgarutku.com)

Romantisnya Merak Ngibing pada motif batik (foto: batikgarutku.com)

Motif Batik Garutan Merak Ngibing atau burung Merak menari tentu akan menjadi referensi pilihan Anda jika mencari motif batik yang unik. Indahnya burung merak tentu menjadi lirikan setiap orang, terlebih lagi jika dituangkan dalam motif di batik Garutan dan dikenakan sebagai sandang tentunya menjadi nilai tersendiri bagi pengguna nya.

Motif Batik Merak Ngibing menggambarkan sepasang burung merak yang sedang menari. Jikalau burung merak menari, bulu-bulu indahnya itu mekar terbuka berwarna-warni hijau, biru hingga kuning dan cokelat. Nah, untuk di motif batik beberapa ada yang memberikan warna hampir mirip seperti aselinya.

Lihat Juga: Motif Batik Pada Kaos

Berbagai motif yang terinspirasi dari hewan dan diterapkan pada batik Garutan diantaranya adalah motif ungas, serangga, binatang berkaki empat seperti motif dari, bagian dari hewan seperti sisik dan bulu ayam hingga sayap (sumber: Nama-Nama Motif Batik Garutan Sebagai Pemertahanan Bahasa Sunda)

  1. Motif Batik Garutan Lereng
5 Motif Batik Garutan Lereng (foto: kerajinanindonesia.id)

5 Motif Batik Garutan Lereng (foto: kerajinanindonesia.id)

Motif Batik Garutan keempat yaitu Motif Lereng. Ada berbagai macam motif batik Garutan yang menggambarkan lereng(miring atau diagonal). Pola nya pun baisa dalam bentuk bergaris, bundaran, titik hingga ada ornament bunga maupun tanaman.

Jika mencari motif batik Garutan simple maka motif Lereng cocok karena bisa di padu padankan dengan atasan polos atau motif lainnya. Untuk waktu pembuatan motif batik Lereng bisa dibilang cukup relatif lebih cepat dibandingkan dengan motif lainnya. Karena tingkat kesulitan nya yang cukup mudah.

Motif batik Garutan ini menggunakan nama-nama benda yang ada di sekitar garut seperti bebatuan, perabotan, bagian dari rumah, tempat, hingga peralatan kerja. Tidak heran jika penggunaan nama Motif Batik Garutan Lereng terinspirasi dari kondisi sekitar Garut juga.

 

  1. Motif Batik Garutan Cupat Manggu
5 Motif Batik Garutan Manggis (foto:batik-garut.com)

5 Motif Batik Garutan Manggis (foto:batik-tulis.com)

Adapun salah satu dari 5 Motif Batik Garutan Cupat Manggu (buah manggis) yang terinspirasi dari buah-buahan. Motif batik tidak hanya terdiri dari bunga-bungaan, sayuran, dedaunan, biji-bijian, pepohonan, rumput, maupun bagian dari tumbuhan, namun terdiri juga dari motif buah-buahan seperti motif batik Cupat Manggu atau buah manggis.

Hasil perkebunan di Garut seperti buah manggis banyak tersedia. Adapun Perkebunan Buah Jeruk Garut seperti di Wanaraja, Cikajang juga menajdi inspirasi dari motif batik yang ada di Garut Jawa Barat. Para pengrajin cukup kreatif dan inovatif dalam menghasilkan karya yang terinspirasi dari kekayaan alam Kabupaten Garut. Menjadikan Kerajinan Batik Garut semakin eksis dan berupaya untuk terus melestarikan kebudayaan yang ada.

Batik Garut : Mahakarya Tanah Pangirutan

Tentunya diharapkan semangat ini harus terus diperjuangkan dan ditularkan kepada setiap generasi bahwa batik di Indonesia mempunyai nilai yang tinggi. Selaras dengan semangat dalam menyambut Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Karena pemerintah Indonesia mewakili masyarakat bersama-sama berjuang menjadikan batik sebagai bagian dari budaya dunia yang perlu terus dijaga eksistensinya.

Nah, dalam menyambut Hari Batik Nasional tentunya kita harus tetap berupaya untuk mengetahui, menggunakan dan menyebarluaskan esensi dari nilai batik itu sendiri. Untuk lebih mengerti rangkaian proses batik yang ada dan lebih menghargai betapa berharganya batik. Karena dalam proses pembuatan batik garut terutama batik tulis garut terdapat 8 Tahap Pembuatan Motif Batik Garutan yaitu Pemotongan Bahan Baku, Ngateli, Penganjian, Ngemplong, Ngarengreng, Ngabiron, Ngawarnaan, Ngarorod. Untuk mendapatkan 5 Motif Batik Garutan Terbaik prosesnya cukup panjang bukan?.

Oleh: M. Rury Dermawan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest

Shares
Share This